.
Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa | Mei-Desember 2009
.
Menjelajahi dan merekam secara multimedia alam serta manusia kepulauan Indonesia; bersepeda-motor menyusuri pulau besar dan dengan kapal nelayan mengunjungi 100 pulau untaian Zamrud Khatulistiwa. Tim ekspedisi keliling Indonesia selama 8 (delapan) bulan, mengunjungi, mendokumentasikan dan mempublikasikan lewat produk multimedia kehidupan di 100 pulau pada 50 gugus kepulauan.
Dulu hanya saya kenal dari nama sebuah band: Karimata. Kemarin saya dan Ahmad Yunus melihat sendiri dari dekat. Sepekan bersama nelayan setempat. Tidak ada listrik, sambungan internet maupun telpon. Ada pos angkatan laut, tapi tak ada petugasnya. Ada puskesmas tapi tak ada dokternya.

Read more…
Oleh Ahmad Yunus
Utih, 65 tahun, merapal sebuah hikayat. Wajahnya merunduk. Suaranya mendengung. Duduk bersila di atas selembar tikar. Kulitnya sudah layu. Wajahnya keriput. Rambutnya memutih karena usia. Nenek itu, memakai kaos putih yang sudah memudar.
Malam telah gelap gulita. Bulan tak tampak terang. Tertutup oleh gumpalan asapĀ dari pembakaran lahan. Suara genset terdengar sayup-sayup. Dan cukup menerangi rumah panjang (Betang) yang dihuni sektiar 27 kepala keluarga suku Daya Desa, Sintang, Kalimantan Barat. Baru saja anak-anak dan perempuan masuk ke dalam kamar. Dan meninggalkan tontonan sinetron dari sebuah televisi berukuran 14 inchi. Lorong panjang sekitar 100 meter itu pun sepi. Beberapa ekor anjing pulas tertidur di luar.
Read more…
Diperkaya oleh budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menghasilkan seni kain tradisional ikat yang menarik seperti bisa dilihat di Museum Sintang. kerajinan ini masih ditekuni antara lain oleh warga Dayak Desa di Ensaid Panjang, 60 km dari Sintang. Mereka menggunakan alat sederhana dan pewarna alami.
Read more…
Bermalam di betang, rumah panjang tradisional Suku Dayak Desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Melihat mereka membuat aneka kerajinan tradisional manik yang masih dipakai sebagai perhiasan sehari-hari: untuk ikat pinggang, anting.
Read more…
JAM 09.00 pagi, selepas minum kopi, kami beranjak menuju salahsatu dermaga kecil di Sungai Kapuas. Langit masih tampak seperti hari sebelumnya. Kelabu. Tak tampak warna biru. Di dermaga kecil itu sudah terparkir beberapa sampan kecil.
Warga menggunakan sampan untuk menyeberang. Sekali jalan sekitar dua hingga lima ribu rupiah. Sampan menjadi salahsatu alat transportasi warga. Di pesisir Kapuas banyak rumah berdiri di atas air sungai. Untuk masuk ke pemukiman warga, mesti menggunakan sampan. Melewati jembatan-jembatan kecil. Menyusuri gang sungai. Read more…
Inilah sepeda motor yang telah menemani 4.000 km lebih ekspedisi kami. Honda WIN 100 cc bekas yang dimodifikasi jadi trail. Buatan tahun 2004 (Yunus) dan 2000 (Gaban). Melintasi aspal hotmix, sungai, bukit, jalan tanah serta naik kapal rotan, kapal sayur, feri penyeberangan, kapal perintis.

Motor Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa

Read more…
Silakan download kartu Iedul Fitri 1430 H Zamrud Khatulistiwa

Senja di Linau, Bengkulu

Pelangi di Pegunungan Leuser, Aceh
Kartu-kartu lain klik Read more…
Saya suka warna dan teksturnya. Bunga jengger ayam (Celosia cristata) banyak ditemukan di berbagai daerah Indonesia, dengan berbagai warna. Di Pulau Nias (Sumatra Utara) saya temukan warnanya pink dan berbunga lancip, sementara di Singkawang (Kalimantan Barat) berwarna merah maroon dengan bunga menggumpal mirip bunga soka.

Jengger Ayam Singkawang
Read more…
Terumbu karang di Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, masih terhitung bagus meski tempat lalu lalang kapal motor masyarakat. Letaknya di lepas pantai Singkawang. Penduduknya mayoritas suku Bugis yang merantau dan menetap di sini. Mereka nelayan, membangun bagan-bagan, menjaring ikan teri, sotong, dan ikan-ikan lebih besar. Pulau ini juga dikenal sebagai produsen ikan teri kering untuk kawasan singkawan dan sekitarnya.

Read more…
Suara Anda